Liburan seharusnya tidak berakhir di pintu terminal.
Terminal destinasi kelas satu yang diusulkan untuk Siberut: akrab dalam skala, setara Changi dalam perhatian, berakar di Mentawai, dan dirancang untuk masa depan yang mengutamakan SAF.
Gambaran bandara
Distrik gerbang yang dibentuk oleh hutan hujan, landasan, dan teluk.
Strategi terminal destinasi menempatkan Pei Pei lebih dari sekadar bangunan transportasi. Distrik gerbang yang diusulkan menyatukan terminal, lapangan terbang, keramahan, kebugaran, dan lanskap sebagai satu pengalaman kedatangan dan keberangkatan yang terancang.
Visi konsep · bergantung pada persetujuan desain, teknis, lingkungan, komersial, dan regulator
01
Efek Micro-Changi
Mengubah waktu tunggu menjadi pengalaman pulau yang terakhir.
Terminal yang diusulkan dibayangkan sebagai destinasi tersendiri: ringkas, intuitif, serta kaya akan kuliner, musik, lanskap, dan keramahan. Konsep ini mengambil standar perhatian Changi, bukan skala atau arsitekturnya.
Perjalanan penumpang yang tenang dan mudah dipahami
Kuliner khas bandara dan ritel lokal
Distrik gerbang yang memperpanjang pengalaman liburan
02
Anti-terminal
Atrium hutan hujan menggantikan barisan kursi.
Ruang tengah yang ditanami, kayu hangat, air yang mengalir, dan pod lounge teduh menggantikan ruang tunggu anonim. Pemandangan terbuka ke teluk, landasan, dan hutan sehingga destinasi tetap terasa hingga waktu naik pesawat.
Arsitektur biofilik yang tanggap iklim
Cahaya alami, keteduhan, dan ventilasi
Pod lounge untuk beristirahat dan berbincang
03
Keramahan sebagai infrastruktur
Hangar Hall, Horizon Lounge, dan perpisahan akustik.
Strategi terminal memadukan aula kuliner pulau, lounge premium menghadap landasan, lanskap suara lokal, dan fasilitas pemulihan. Tujuannya bukan menambah luas ritel, melainkan menciptakan keberangkatan yang membuat orang memilih datang lebih awal.
Teater kuliner dan kopi Hangar Hall
Horizon Lounge terbuka
Musik, kebugaran, dan ruang penyegaran
04Direncanakan
Mengutamakan SAF sejak awal
Membangun jalur rendah karbon ke dalam bandara, bukan di sekelilingnya.
Visi bandara menyediakan sistem, kemitraan, dan disiplin operasi yang diperlukan untuk memprioritaskan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan ketika operasi jet berkembang, sambil mengelektrifikasi peralatan darat yang praktis dan mengurangi kebutuhan energi terminal.
Jalur penyimpanan, penanganan, dan pengadaan yang siap SAF
Kendaraan sisi udara listrik dan daya darat tetap
Tenaga surya, pendinginan efisien, dan sistem air tangguh
05
Teknologi yang tak terasa
Perjalanan kelas satu tanpa friksi bandara besar.
Identitas digital yang sederhana, koordinasi bagasi yang tidak mencolok, pemberitahuan yang jelas, dan bantuan manusia ditujukan untuk membuat terminal kecil terasa mudah. Teknologi seharusnya menyatu dengan pengalaman, bukan menjadi pengalaman itu sendiri.